Rabu, 12 Februari 2014
Foto Ikut Pawai Lampion 1992
Foto Kenangan bersama teman-teman SMAN-3 Sampit, waktu pertama kali ikut Pawai Lampion 17 Agustus 1992.
Selasa, 11 Februari 2014
Izin Arahan Lokasi Perkebunan Sawit Ancaman Bagi Mata Pencaharian Masyarakat Desa Galinggang
Masyarakat Desa Galinggang masih aktif beraktivitas keluar masuk hutan akan tetapi bukan lagi untuk menebang kayu, ada beberapa pekerjaan yang sampai sekarang masih dilakukan Masyarakat di dalam hutan, yaitu : Mencari getah jelutung, mencari kulit gembor, mencari burung, mencari tanaman obat dan menangkap ikan. Jadi hutan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak bisa terpisahkan karena beberapa sumber mata pencaharian masyarakat sekitar masih bergantung pada hutan.
Dalam sistem pengelolaan kawasan Desa Galinggang masih sangat baik. Itu dibuktikan dengan adanya kesepakatan bersama yang mengatur itu, salah satunya yaitu dilarang menebang pohon di kawasan perkebunan rotan milik warga, karena pohon merupakan tempat menjalarnya tanaman rotan, apabila ini dilakukan maka yang bersangkutan akan dikenakan sangsi berupa denda dengan besaran sesuai dengan tingkat kerusakan kebun tersebut oleh pohon yang ditebang.
Akan tetapi beberapa tahun terakhir ini masyarakat merasa terancam terutama untuk satu-satunya mata pencahrian yang bisa untuk bertahan. Hal tersebut dikarenakan adanya program-program pemerintah yang sama sekali tidak berpihak kepada masyarakat di pedesaan, salah satunya yaitu pemberian izin arahan lokasi Perkebunan sawit dari pemerintah daerah kabupaten katingan, yang lokasinya di danau yang sudah jelas itu jadi tempat masyarakat setiap hari mencari ikan.
Untuk itu kami minta kepada Pemerintah baik tingkat Kabupaten sampai Pusat untuk meninjau kembali Izin arahan lokasi yang sudah diberikan kepada PT, Perkasa Era Agro Kencana (PEAK)dan PT. Tanamas Sumber Sejahtera (TSS), karena itu akan menghilangkan mata pencarian Masyarakat Desa Galinggang.
Artikel ini sudah diposting di borneoclimate.info
Artikel ini sudah diposting di borneoclimate.info
Foto Waktu Pameran Photovoices
Pameran Photovoices di Gedung Serba Guna Salawah Kabupaten Katingan, nampak pada foto dari kiri Ibu Saraswati (Program Maneger Photovoices Indonesia), Bapak Duel Rawing (Bupati Katingan), Ibu Ann (Direktur Photovoices Internasional).
Budidaya Jamur Tiram Oleh Masyarakat Desa Mekar Tani
Selain menanam padi dan berkebun Masyarakat DesaMekar Tani Kecamatan Mendawai Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah, juga membudidaya Jamur Tiram. Usaha bididaya Jamur Tiram ini mulai ditekuni oleh Masyarakat sejak tahun 2009.
Awalnya usaha budidaya Jamur Tiram ini di fasilitasi oleh Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS) dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga Masyarakat Desa Mekar Tani. Pasca pelatihan itu Masyarakat secara berkelompok membuat kobong (tempat/rumah khusus untuk budiday) untuk uji coba budidaya Jamur Tiram tersebut.
Sekarang ada beberapa orang Masyarakat Desa Mekar Tani sudah ada yang membuat kobong sendiri, karena nilai jual dan kebutuhan pasar akan Jamur Tiram ini cukup tinggi. Untuk bibit awal Masyarakat membeli dari Palangka Raya dengan harga Rp. 15.000,-/ bungkus, akan tetapi sekarang Masyarakat Desa Mekar Tani ada yang sudah bisa memproduksi/membuat bibit sendiri.
Menurut Edy Sutarjo Kepala Desa Mekar Tani, "kendala yang dihadapi Masyarakat sekarang yaitu sulitnya mendapatkan gabuk (serbuk gergajian kayu), gabuk tersebut merupakan media tempat tumbuhnya bibit-bibit Jamur Tiram tersebut," katanya.
Untuk lebih meningkatkan pengetahuan Masyarakat akan budidaya Jamur Tiram tersebut pihak BTNS mengirim 8 orang warga Desa Mekar Tani ke daerah Batu Malang Jawa Timur untuk belajar lebih jauh tentang budidaya Jamur Tiram yang baik.
Artikel ini sudah diposting di borneoclimate.info
Rencana Pembangunan PLTD di Desa Galinggang
Selasa, 30/12/13 warga Desa Galinggang Kabupaten Katingan Kalteng mengadakan musyawarah desa, sebagai tindak lanjut dari kunjungan tim Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Palangka Raya yang ingin membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di desa mereka.
Pertemuan ini dihadiri oleh Aparat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh Masyarakat dan tokoh Pemuda. Kesepakatan dari pertemuan ini adalah, masyarakat menghibahkan tanah milik Karang Taruna Desa Galinggang seluas 0,5 ha.
Menurut Ijum Sahari (40), Kepala Desa Galinggang menyatakan, “Jumlah rumah di Desa Galinggang sekitar 365 buah, belum termasuk yang ada di Dusun Lantungan dan Dusun Rangan Seha. Semua berkas juga sudah kami serahkan pada tanggal 2 Januari 2014 kepada pihak PLN cabang Palangka Raya” jelas Ijum.
Sehari sebelumnya, 29/12/13 Tim lapangan Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Palangka Raya, menemui Kades Galinggang guna melakukan tinjauan lapangan. Untuk perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di desa tersebut. Karena Desa Galinggang terpilih menjadi objek paket pengadaan PLTD dari PLN pusat.
Ketua tim lapangan dari PLN cabang Palangka Raya, Ivansyah mengatakan bahwa nantinya pembangkit listrik akan menyala siang dan malam. “Kalau malam menggunakan tenaga diesel (mesin) dan siang menggunakan tenaga solar panel (tenaga surya), oleh sebab itu perlu lokasi yang luas untuk pemasangan solar panel (tenaga surya) tersebut” jelasnya.
Tim PLN juga menyampaikan beberapa syarat yang harus dilakukan oleh masyarakat desa adalah :
- Menyiapkan tanah/lahan secara hibah seluas 0,5 ha, untuk tempat pembangunan sarana dan prasarana PLTD.
- Jumlah rumah yang ada di desa minimal 200 buah.
- Membuat surat ke kantor PLN Pusat melalui PLN cabang Palangka Raya, agar paket terakhir tersebut di laksanakan di Desa Galinggang selambat-lambatnya 2 Januari 2014.
Masyarakat Desa Galinggang sangat senang dengan rencana tersebut. Masyarakat berharap agar pihak PLN bisa secepatnya merealisasi hal ini. Selama ini masyarakat Desa Galinggang menggunakan penerangan dengan Genset, yang memakan biaya sangat mahal untuk pembelian minyak solar atau bensin.
Artikel ini sudah di Posting di borneoclimate.info
Alumni Pertama SMAN-3 Sampit Gelar Reuni
Untuk menjalin silaturahmi antar alumni, Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Sampit angkatan 93/94 menggelar reuni di Rumah Makan Alam Asri Fatimah, Jalan HM Arsyad Sampit, Minggu (9/2).
Langganan:
Postingan (Atom)

